Kenali Ikan Asing Invasif

 


Pandemi Covid 19 telah melanda Indonesia lebih dari satu tahun hal ini memberikan dampak yang cukup signifikan dalam kegiatan sehari-hari masyarakat. Banyak kegiatan yang biasanya dilakukan diluar rumah sekarang beralih di dalam rumah. Hal ini membuat beberapa orang mengalami kejenuhan dalam menjalani aktifitasnya. berbagai cara dilakukan oleh beberapa orang untuk mengusir kejenuhan selama pandemic ini, salah satunya adalah memilihara ikan baik itu ikan untuk hiasan atau ikan yang sengaja dipelihara untuk ditambak agar dapat menambah penghasilan selama pandemi.

Salah satu ikan yang banyak dipelihara adalah ikan koi yang bukan ikan asli Indonesia yang biasa disebut sebagai ikan asing. Ikan asing adalah spesies ikanyang berasal dari luar perairan wilayah Indonesia. Ikan asing masuk ke Indonesia melalui beberapa cara yaitu dengan mengimport ikan oleh kolektor ikan  dengan tujuan dijadikan sebagai ikan hias maupun ikan konsumsi dan ketidaksengajaan ikan asing terbawa ke perairan Indensia seperti terbawa arus. Terdapat dua jenis ikan asing ada yang tidak berbahaya dan ada yang berbahaya atau biasa disebut invasif. Berbahaya dalam hal ini menyangkut ekosistem perairan Indonesia yang dapat mengancam ikan asli Indonesia.

Ikan asing invasif berbayaha bagi ekosistem perairan Indonesia khususnya ikan asli Indoesia karena kemampuan ikan asing invasive memiliki kemampuan membentuk diri, menyerang, dan berkembangbiak dengan cepat. Ikan asig invasive memiliki karakteristik suka mengambil alih lingkungan baru dengan cara berkompetisi denga spesias ikan asli atau lokal lingkungan itu. Salah satu contoh ikan asing invasive yang ada di Indonesia adalah ikan mas, ikan koi, ikan koki, ikan lele djumbo, ikan lele sangkuriang, ikan nila, ikan red devil, ikan green terror, ikan gaar dan masih banyak lagi. Jenis ikan yang termasuk ikan asing invasif bukan berarti ikan tersebut tidak dapat dipelihara, namun ikan asing invasif dapat dipelihara dengan memperhatikan beberapa hal seperti mimisahkan nya dari jenis ikan lainnya dan dipelihara di tempat yang bukan perairan asli yang disitu terdapat ikan lokal bisa berupa aquarium, kolam terpal, glasspond, paludarium, dan sejenisnya.

Komentar

  1. Wah baru tau kalau ada ikan asing peliharaan yang invasif. Apakah merawat ikan invasif sama dengan ikan yang tidak invasif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perawatan ikan invasif relatif sama dengan perawatan ikan yang tergolong tidak invasif hanya saja untuk penempatan ikannya harus dipisahkan dengan ikan yang bukan golongannya

      Hapus
  2. menarik nih, aku baru tau ada istilah ikan asing invasif. karena ini bersifat merugikan, menurutku harus ada pengendalian yang tegas. karena jika tidak dilakukan upaya pengendalian, keberadaan spesies ini mengancam kekayaan perairan, termasuk memusnahkan spesies lokal.

    BalasHapus
  3. Terimakasih atas pengetahuan yang dibagikan, dulu teman saya pernah punya usaha ikan koi yang cukup terkenal di desa saya dengan proses budidaya hanya di aquarium dan menurut saya gampang untuk mengembangbiak kan ikan koi ini, namun entah ikan koi yang dipelihara teman saya apakah ikan koi jenis yang tidak berbahaya atau ikan koi yang berbahaya atau invasif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segala jenis ikan koi termasuk kedalam ikan asing invasif, budidaya ikan koi tidak masalah asalkan ditempatkan ditempat terpisah dengan ikan yang bukan golongan atau jenisnya. Penempatan ikan koi di aquarium sendiri dapat menjadi salah satu cara jika ingin memelihara ikan invasif sehingga dapat mengurangi dampak terhadap ekosistem ikan lainnya.

      Hapus
  4. terima kasih informasinya, karena saya baru tahu kalau ada pembagian jenis ikan seperti ini, saya ingin bertanya apakah perawatan dari ikan asing invasif ini mudah untuk dirawat?
    saya rasa ikan asing invasif ini sangat cocok ya untuk dijadikan usaha apalagi di musim pandemi yang mengharuskan kita untuk lebih banyak beraktifitas di dalam rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, benar sekali ikan asing invasih bisa menjadi salah satu pilihan untuk usaha karena pengembang biakannya yang relatif lama, untuk merawatnyapun relatif mudah. Untuk mengetahui lebih jelasnya silahkan berkunjung ke blog saya tentang merawat ikan asing invasif

      Hapus
  5. Terima kasih untuk informasi yg telah dibagikan, saya baru tau klo ada ikan invasif yg tdk boleh digabung dgn ikan biasa. Soalnya ikan biasa akan lebih sering menjadi santapan dari ikan invasif tersebut, saya dulu menyesal ketika memelihara ikan lele jumbo tapi malah saya gabung dengan ikan cupang hingga akhirnya ikan cupang saya telah mati dimakan oleh ikan lele jumbo

    BalasHapus
  6. Waaaww sangat menarik sekali😍😍 terima kasih banyak atas informasinya. Jujur sih aku baru tahu selama ini aku memiliki ikan asing invasif berupa lele jumbo di rumah. Yaa aku pikir dia ikan² biasa eh ternyata dia ikan yang berbahaya seperti informasi di sini. Tapi memang sih selama dikasih ke tempat yg terpisah.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Terima kasih atas informasinya. Pernah dengar di salah satu media bahwa ikan invasif dilepaskan diperairan dimana terdapat banyak ikan yang tidak sejenis. Apalagi kalau ikan invasif seperti ikan sapu sapu dilepaskan di sungai maka akan mecemari ekosistem sungai.

    BalasHapus
  9. Informasi yang dimuat pada artikel ini sangat penting, karena masih jarang informasi mengenai ikan asing yang jika dilepas liarkan ke ekosistem yang tidak sesuai akan sangat destruktif dan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem yang berefek buruk bagi lingkungan sekitar.

    BalasHapus
  10. wah, sangat menarik informasinya. saya baru tahu ternyata ada ikan asing invasif dan ikan tersebut ternyata dapat mengancam eksistensi ikan lokal yaa. jika ingin memelihara pun tentu saja harus dipisah wadah ikan asing invasif dengan ikan lokal agar ikan lokal dapat bertahan hidup tanpa harus terancam oleh keberadaan ikan asing invasif

    BalasHapus
  11. informasi yang fresh dan menarik.. terima kasih atas informasinya kak. Jujur baru tau, bahwa ikan hias yang kerap kali saya lihat ternyata masuk dalam golongan ikan asing invasif (berbahaya). Pantas saja ikan-ikan yang disebutkan di atas selalu saya lihat di kolam atau aquarium yang berisi ikan sejenisnya saja. Hal ini dikarenakan agar tidak mengancam ekosistem perairan ikan lokal yang ada di Indonesia.
    Thanks for sharing!
    Senang dapat ilmu baru :)

    BalasHapus
  12. informasi yang disajikan sangat menarik sekali, saya baru tahu ternyata ada jenis ikan asing infasif dan rupanya memiliki beberapa dampak apabila dipelihara tanpa mengetahui asal usulnya yang ternyata sampai bisa merusak ekosistem perairan. terimakasih banyak atas pengetahuan yang baru ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memelihara Ikan Asing Invasif Dengan Aman